Persiapkan Tradisi Rutin Weluri Leluhur, Panitia Siraman Gong Kyai Pradah Mulai Dimatangkan untuk Event Mendatang

SUTOJAYAN – Pemerintah Kelurahan Sutojayan bersama jajaran tokoh masyarakat dan pemuda setempat mulai melakukan persiapan awal guna menyambut gelaran tradisi sakral Siraman Gong Kyai Pradah. Upacara adat yang rutin diselenggarakan setiap dua kali dalam setahun ini kembali dimatangkan demi kelancaran dan kekhidmatan acara di masa mendatang, khususnya menyambut gelaran mendatang pada 1 Syawal.

Sebagai langkah awal persiapan, rapat koordinasi pembentukan panitia pelaksana telah resmi dilaksanakan. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh rangkaian prosesi jamasan pusaka, pengamanan lokasi, hingga penataan panggung budaya dan UMKM lokal dapat berjalan tertib serta memberikan dampak positif bagi perekonomian warga Lodoyo dan sekitarnya.

Keterangan Foto: Rapat Koordinasi Pembentukan Panitia Siraman Gong Kyai Pradah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh jajaran Pemerintah Kelurahan Sutojayan dan pengurus adat setempat.

Mengenal Tradisi Siraman Gong Kyai Pradah

Tradisi Jamasan atau Siraman Gong Kyai Pradah merupakan salah satu warisan budaya takbenda paling sakral di wilayah Kecamatan Sutojayan (Lodoyo), Kabupaten Blitar. Kata siraman berasal dari bahasa Jawa yang berarti mengguyur atau memandikan, yang dalam konteks adat merujuk pada prosesi pembersihan benda pusaka.

Pusaka yang dimandikan adalah sebuah gong keramat bernama Kyai Pradah. Secara historis, keberadaan Gong Kyai Pradah memiliki keterkaitan erat dengan riwayat pembukaan wilayah Lodoyo serta masa Kesultanan Demak. Masyarakat setempat meyakini bahwa pusaka ini menyimpan nilai sejarah, spiritual, serta ketentraman bagi warga sekitarnya.

Prosesi siraman ini dilakukan dengan menyiramkan air kembang setaman ke seluruh bagian gong. Air bekas siraman pusaka tersebut biasanya menjadi rebutan masyarakat dan pengunjung yang hadir, karena dipercaya membawa berkah, kesehatan, serta ketentraman hidup.

Keterangan Foto: Prosesi sakral memandikan Gong Kyai Pradah dengan air kembang setaman di Alun-Alun Lodoyo, Sutojayan.

Pelaksanaan Adat Rutinan Dua Kali Setahun

Rangkaian upacara adat Siraman Gong Kyai Pradah digelar secara rutin sebanyak dua kali dalam setahun, yaitu:

  1. Tanggal 12 Rabiul Awal (Maulid Nabi Muhammad SAW) – Pelaksanaan pada tanggal ini umumnya diselenggarakan secara besar-besaran dan meriah dengan berbagai hiburan rakyat, pasar malam, serta kirab budaya.
  2. Tanggal 1 Syawal (Hari Raya Idul Fitri) – Diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur dan penyucian diri menyambut hari kemenangan.

Selain sebagai ritual keagamaan dan pelestarian budaya leluhur, helatan ini senantiasa menjadi magnet wisatawan domestik. Kehadiran ribuan pengunjung setiap tahunnya turut menggerakkan roda perekonomian warga lokal, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kuliner di sekitar Alun-Alun Lodoyo.

Pemerintah Kelurahan Sutojayan berharap melalui pembentukan dan koordinasi panitia yang lebih awal, gelaran Siraman Gong Kyai Pradah mendatang dapat terselenggara semakin tertib, aman, dan membawa harum nama Kelurahan Sutojayan di tingkat nasional maupun internasional.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *